Sabtu, 20 April 2013

pemasaran holistik


 PEMASARAN HOLISTIK
Nama               : muhamad Riyo saputra
Prodi               : manajemen S1  A 2012
NIM                : 7311412007


Holistik dalam kamus memiliki arti menyeluruh. Kata ini merupakan suatu mantra bagi pemerintah, perusahaan, dan atau pelaku dalam industri apa pun dalam rangka menghasilkan suatu keunggulan bersaing. Istilah ini menjadi populer bagi para pemerhati ilmu marketing. Bahkan istilah holistic marketing atau pemasaran holistik (PH) merupakan satu jargon yang perlu dilaksanakan pelaku industri mana pun dalam rangka menciptakan keunggulan
bersaing, sehingga tercipta kesinambungan usaha.
Holistik Marketing merupakan suatu konsep pemasaran menyeluruh, yaitu konsep dimana para pemasar berusaha untuk meningkatkan kesadaran dari suatu kebutuhan konsumen agar didapat pendekatan yang lebih lengkap dan menyatu (kohesif) sehingga melebihi aplikasi konsep pemasaran secara tradisional. Konsep ini didasari pada pengembangan, desain, dan pengimplementasian dari program-program pemasaran, proses-proses, dan aktivitas-aktivitas yang disadari saling ketergantungan.
PH sendiri suatu konsep yang mengoptimalkan interaksi antara pelaku dalam industri (pelanggan, perusahaan, dan pemasok) dan aktivitas perusahaan dalam melakukan eksplorasi nilai, kreasi nilai, dan penghantaran nilai. Tujuan PH adalah membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dan menguntungkan dengan seluruh stakeholders di industri.
Berdasarkan konsep ini, kesuksesan PH dicapai dengan mengelola rantai nilai ketiga pelaku tersebut agar mampu menghantarkan produk yang berkualitas tinggi.
PH dapat diterapkan perusahaan atau organisasi yang berasal dari beragam industri. Misalnya, produsen fast moving consumer goods (barang konsumsi cepat habis seperti sampo, pasta gigi, dan sabun mandi); perusahaan ritel skala raksasa seperti Wal-Mart dan Target di Amerika Serikat; dan perusahaan jasa seperti bank, hotel, dan bahkan suatu pemerintah daerah tertentu.
Kunci dari PH adalah adanya sinergitas tiga pelaku dalam industri yang terdiri dari :
1)      pelanggan yaitu masyarakat pengguna sebagai target pasar perusahaan
2)      perusahaan yaitu pelaku usaha dalam industri
3)      pemasok yaitu salah satu pihak yang menunjang kesinambungan pasokan barang perusahaan.
 Ketiga pelaku utama dalam industri itu bertanggung jawab melakukan eksplorasi nilai, penciptaan nilai, dan penyampaian nilai. Misalnya, Wal-Mart menerapkan sistem online dalam sistem operasi pengadaan barangnya. Sehingga perusahaan ini dapat berkolaborasi dengan beberapa produsen skala besar seperti P&G untuk memasok secara rutin kebutuhan barangnya. Bahkan P&G "menyimpan" karyawannya di perusahaan ini untuk mengawasi berjalannya sistem informasi perusahaannya itu, sehingga tidak terjadi kesalahan.
Wal-Mart tidak pernah kekurangan pasokan barang atau kehabisan stok barang yang setiap saat diperlukan konsumen karena perusahaan ini mampu memprediksi kebutuhan pasar. Selain itu, kolaborasi penerapan sistem online yang terintegrasi dengan para pemasoknya mampu meningkatkan nilai lebih pada para stakeholders-nya.
Implementasi PH hanya dapat dilakukan bila ketiga pelaku dalam industri itu dapat melakukan aktivitas berbasis nilai sebagai berikut :
1)      Eksplorasi nilai adalah aktivitas untuk menemukenali nilai yang diinginkan sesuai dengan keinginan pasar. Contoh, melakukan riset pasar untuk mempelajari perilaku konsumen, perilaku pesaing dan mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Hasil survei bermanfaat untuk menemukenali strategi pemasaran yang tepat sesuai karakter pelanggan.
2)       Penciptaan nilai adalah cara pelaku dalam industri menciptakan diferensiasi atas produk dan jasanya. Contoh, melakukan pengembangan produk untuk meminimalkan kebosanan pelanggan atas produk dan pelayanan perusahaan.
3)      Penghantaran nilai, yaitu bagaimana ketiga pelaku menggunakan kemampuan dan infrastrukturnya untuk menyampaikan penawaran nilai baru dengan cara yang lebih efisien. Contoh, perusahaan menggunakan sistem tradisional dengan menggunakan perantara untuk menjual produknya. Di sisi lainnya, perusahaan menggunakan sistem pelayanan online untuk mempercepat pelayanan

Inti kegiatan dari pemasaran secara keseluruhan pemasaran itu diwakilan oleh empat komponen penting, yaitu :
1)      Integrated marketing merupakan sebuah penggabungan aktivitas-aktivitas dan program-program dari marketing atau pemasaran yang dimaksudkan untuk membuat, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada pelanggan.
2)      Internal marketing merupakan kegiatan-kegiatan pemasaran yang dilakukan dalam perusahaan atau organisasi yang hubugannya dengan departemen lain, dan top management. Seperti hubungannya dengan pengadaan karyawan, pelatihan, dan memotivasi karyawan.
3)      Relationship marketing merupakan kegiatan pemasaran dimana membina hubungan dengan bagian-bagian, organisasi-organisasi, atau lainnya, baik yang terhubung secara langsung atau pun tidak langsung yang member kontribusi untuk pencapain tujuan baik dalam organisasi, khususnya pada bagian pemasaran.  
4)      Social responsibility marketing merupakan pemasaran dimana berhubungan dengan masyarakat, baik itu komunitas maupun masyarakat secara luas, etika dalam menjalankan kegiatan marketing, legal atau illegal dilihat dari sisi hukum. Keseluruhan kegiatan pemasaran dalam social responsibility marketing, berhubungan dengan hal-hal tersebut. Keempat komponen ini yang membentuk kegiatan pemasaran secara keseluruhan sehingga dikatakan sebagai pemasaran keseluruhan atau holistic marketing.
  
Keempat komponen ini yang membentuk kegiatan pemasaran secara keseluruhan sehingga dikatakan sebagai pemasaran keseluruhan atau holistic marketing.



Referensi :
(Pengasuh Ketua Jurusan Manajemen FE Unpad dan Sekjen IMA Jabar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar